Be a herbivore @ Sumber Kehidupan!

Halohalooo♥ ni hao ni hao!!
Gong xi fa cai!
Selamat tahun baru imlek~ semoga di tahun kuda kayu ini semuanya sukses dan sejahtera yaaa :))

Ngomongin imlek biasanya keturunan2 tionghoa seneng bgt makan di tempat yg banyaknya daging ayam,sapi....dan "daging". Banyak makan daging tanpa diimbangin sayuran itu rasanya badan lsg ga karuan. Jerawat muncul sana sini... kulit kering bibir pecah2... :(
Mau makan sayur tapi ga selera...pengennya makan daging2an mulu *goldar O dasarnya karnivora sih* xD

Tapi ada satu tempat makan sayur yg bikin ketagihan!





Sumber Kehidupan! Tempatnya dominan warna putih-hijau. Go green mungkin :)) adem dan damai *?* bersih bgt.
Makanannya? Healthy and tasty!!

Murah? Murahhh! 6000 aja bisa dapet nasi + 4 sayur! Menu sayurnya juga macem2 dan enak2~ ada oseng jamur,jagung,capcay,wortel asam pedas, terong, bihun dll. Buat yang lidahnya ga biasa lepas dari rasa daging, bisa pilih menu tambahan "ayam" bbq, "ayam" pedas, sate "ayam", dendeng "sapi" dll kisaran 5000-6000 per tusuk/porsikecil.

Ada juga mie ayam,soto ayam,nasi goreng dll kisaran 15ribuan,tapi yg paling wajib itu SATE "AYAM"nyaaa! Setusuk 5rb tapi enak....bgt.....





Ayam dan sapi disini pake tanda kutip karena bukan ayam beneran x) dari sari2 kedelai dan berbagai bahan lain yg jadinya mirip daging ayam dan sapi beneran. Malah lebih enak! *w*

Kalo lagi pengen makan sayur2an,lagi pengen sehat2an, kesini aja daripada ke warteg xD

[FF] Panettone 3rd Plate




permisi permisi..

akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... part 3 kelar juga :) *amit2 ih dari oktober 2010 baru beres juni 2011*
XD

mian yaaa.. ah,, 8 hari lagi pengumuman snmptn~ wish us all the best ya!!
Hmmm.... yaudah sih,, lagi gatau mau ngomong apa~ XD

enjoy this storyyyy~!!


3rd Plate : ~


Sebelumnya di Panettone~~

“Aaaah~ leganya~~” ujar Yeonhee dalam hati. Ia pun segera keluar dari bilik wc.

“BUAKH!!!” pintu yang dibukanya mengenai seorang laki-laki putih tinggi berwajah arab *???*

Mata mereka berdua saling bertatapan.
Waktu di wc itu terasa lebih lambat.
Suara flush wc terdengar lebih indah dari biasanya *???*.

Pikiran Yeonhee :



“OMO! GANTENG!!!!!”



Pikiran cowo putih tinggi berwajah arab :



“OMO! INI KAN WC COWO!!!”

“...............”

“.............”

“...................”

1 menit kemudian, mata mereka yang makin kering memaksa mereka mengedipkan mata dan tersadar ke alam dimana suara flush wc tidak lagi terdengar indah.


“A…ah… Pe…permisi…” ujar Yeonhee sambil berjalan keluar wc dengan wajah tersipu-sipu.
Cowo berwajah afrika eh arab deng itu masih bengong.


***

“Haneeeeul~! Tadi aku ketemu cowo ganteng di WC~~~” ujar Yeonhee dengan background bunga-bunga yang dateng dari pasar bunga tegalega.
“Jinjja?? Kaya gimana orangnya?” tanya Haneul sambil mengelap mulutnya yang basah sehabis minum orange squash.
“Tinggi~ Putih~ Mukanya arab-arab gitu~ AAAAH!!! XD” jelas Yeonhee

“Ng..?  Cowo yang disana bukan? Yang lagi ngobrol sama Doojoon itu?” tunjuk Haneul.
“IYA! Ah!! Minta kenaliiiin!!!” Yeonhee riweuh sendiri. Keriweuhannya membuat Doojoon melirik ke arah meja mereka.

“Eh, eh, mereka jalan kesini…!! Jangan maceuh!” bisik Haneul
“Aaaaku gimana ini gimana?!! Haah fuuh haah fuuh~” Yeonhee mulai masang tampang so biasa aja.

“Haneul-ah, Yeonhee, kenalin, ini chef yang masak  Penne Filetto di Pomodoro pesenan Yeonhee” ujar Doojoon
“Son Dongwoon imnida…” ucapnya sambil tersenyum cool-cool gitu. Bikin Yeonhee tambah klepek-klepek.

“Choi….. Yeonhee…. Imnida..ah… Penne Filetto di Pomodoro-nya enak banget ….” Ucap Yeonhee juga.
“Ahaha, kamsahamnida.. Yeonhee-sshi” ucap Dongwoon sambil tersenyum lebar. Senyumnya itu membuat Yeonhee senyum-senyum sepanjang jalan pulang. Bahkan setelah mereka berpisah di persimpangan jalan Yeonhee tetap senyam-senyum sendirian.

“Haneul! Pokonya kamu selidikin Dongwoon! Kalo ada apa-apa kasih tau yaa~~!!” suruh Yeonhee sebelum berbelok ke arah rumahnya.
Haneul hanya mengangguk dan melambaikan tangannya.
“Nee..Annyeooong~!”

****

Haneul’s POV

“Kupas terus iris-iris yellow onionnya!!” suruh Doojoon.
Bene!”  aku langsung mengambil yellow onion dan mengirisnya secepat mungkin.
“Yeonhee, ambil garamnya!! Jangan sampe kalah sama mereka!!” suruh Dongwoon menggebu-gebu.
“Benee!!!” jawab Yeonhee ga kalah menggebu-gebu.

Kami sibuk mondar-mandir dari kulkas ke preparation table untuk menyiapkan bahan-bahan masakan.

“Ini bawangnyaaa!! Terus diapain??” ujarku sambil berlari ke arah Doojoon.
“Sekarang cuci terus iris oregano, parsley, sama daun basil” suruhnya lagi sambil memanaskan wajan.
“Hah……………. Apa aja………….?” Oke, otak pentium ½ *emang ada?* aku kambuh.

Doojoon menghela nafas.

“oregano…” ia mulai menyebutkan bahan-bahannya.
“iya, terus..?”
“parsley”
“terus?”
“basil. Udah inget?” tanyanya pelan.
“Udah~” jawabku.

“Sekarang cepet ambil, cuci semuanya terus iris-iris!!” suruhnya.

[FF] Panettone 2nd Plate

2nd Plate : più delle parole (More Than Words)

Sebelumnya di Panettone



Lift sampai di lantai 3.

“Iya deh, ke apartemen Doojoon aja nanti abis ganti baju~” ujar Haneul sambil melangkah keluar lift

 “Park Haneul….” Panggil seorang cowo berjaket hitam yang wajahnya terhalang oleh hoodie, tepat saat pintu lift tertutup.

Jantung Haneul berdegup kencang.
“Jangan-jangan si cowo aneh itu??!!” batin Haneul sambil merogoh sesuatu dari dalam tasnya.

APAKAH ITU???

Bentuknya silinder,
Berwarna hijau,

Semprotan kaleng?

Cowo itu mendekat ke arah Haneul dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Wajah Haneul semakin pucat, keringat dingin mengalir dari dahinya.

Ingatan buruk tentang kejadian yang paling mengerikan dalam hidupnya mulai berputar di otaknya.


Haneul yang mulai ketakutan langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang.

“Haaaaneul…..” panggil cowo itu lagi sambil terus mendekati Haneul perlahan.


“UGYAAAA!!!! JANGAN DEKET-DEKEEET!!!! PERGI KAMU PERGIII!!!!” teriak Haneul sambil memencet tombol semprotan kaleng ke arah cowo itu

“SWOOOOSSHH!!”

“UHUK!! APA-APAAN INI?!!” teriak si cowo sambil menghindari semprotan Haneul
“PERGI KAMUUU!!!” teriak Haneul

“SWOOOOSH!!!!” Haneul terus menyemprot ke arah cowo itu


“APAAN SIH HANEUL??! INI AKU HEY!!” teriak si cowo sambil membuka hoodienya


“Hah?” Haneul berhenti menyemprot


“KLONTANG…” kaleng terjatuh

“GULUTUK…” kaleng menggelinding

“TUNG!” kaleng menubruk tembok

“WUUUUSH!” angin berhembus

“Krskskskskrsk” keresek melayang


“da mi da mi da mi da tinamida tinamida~" saron 1 dan 2 memainkan melodi catrik. *hidup degung!!*


HEUP!

"DEOO!!"

“DOOJOON???” tanya Haneul kaget
“Iya lah! Emangnya siapa lagi??! Umph.. badan aku jadi bau gini.. apaan sih? Obat nyamuk ya!!??” gerutunya
“ Iya… Maaaaaf!!! Aku kira orang aneh…” pinta Haneul panik

“Mwooo…? Yaudahlah, kamu ke kamar aku sekarang!” bentak Doojoon sambil melangkah ke arah kamarnya
“Hah?? Mau apaa??” tanya Haneul heran sambil menyilangkan tangan menutupi badannya.

“YAAAH! jangan mikir yang aneh-aneh.. Cepetan jalan” ujar Doojoon sinis.
“Tapi…”

“Cepetan! Mau makan ga?!” bentaknya lagi.
“Nee!! Mau mau!!” Haneul langsung mengikutinya.


“Cuciin alat dapur yang kotor, aku mau mandi dulu. Jangan makan duluan” suruh Doojoon sambil membuka pintu kamarnya.
“Sir yes sir!!” Haneul membuka jaket tebalnya dan langsung berjalan ke arah dapur.Ia mulai mencuci wajan yang lumayan kotor sementara Doojoon mengambil baju untuk ganti di lemari dekat kasur.


“Ah, Haneul. Di rak bumbu ada kentang yang gede, tolong kupasin 2 biji terus rendam di air kaldu, mau aku bikin jadi kentang goreng” suruh Doojoon sebelum masuk ke kamar mandi.
“Sir yes sir~~” jawab Haneul sambil hormat ala tentara dengan tangan berbusa.


**********

15 menit kemudian.

“Haah, selesai juga~” ujar Haneul sambil membilas pisau bekas mengupas kentang.

*liat jam*

“Doojoon.. lama banget.. kapan makannyaaa??” teriak Haneul
“Kamu kira gara-gara siapa bau obat nyamuk ini ga bisa ilang sekali guyur hah?!” teriak Doojoon dari dalam wc.
“Ugyaaa…. Mian….  Aku kira kamu stalker yang sering ngeganggu aku.. T^T” ucap Haneul.
“He? Stalker?? Kamu? Punya stalker? HAHAHAHA” tanya Doojoon tak percaya sambil membuka pintu wc dan mengeringkan rambutnya dengan handuk. *omaigad* *nosebleed*

“Ah, nanti aja ceritanya abis makan.. okeee???” kata Haneul sambil menatap meja makan yang penuh dengan masakan yang pastinya enak-enak.
“Oke… ayo makan” ucap Doojoon sambil menaruh handuk di kursi dan duduk di depan Haneul.

“Asiiik!! Bon Voyage!!” ucap Haneul semangat.
“……..”
“Bon Appetit maksudnya?!” tanya Doojoon.

“Aaa…apapun lah!! Bon Jovi juga boleh! XD Makan apa dulu yaa??” tanya Haneul sambil menatap salad, rissoto, ayam bakar, timbel, ikan asin, sambel terasi, pete goreng, *???*
“Hmph…” Doojoon menahan tawanya.
“Kenapa???” tanya Haneul heran.
“Ngga..ngga apa-apa..ayo cepet makan"
 "Nee :)"



…………..15 menit kemudian…………


Piring-piring kosong melompong.


“Huaaah.. kenyangnyaaa~~ Gomawooo~ enak bangeeet” ujar Haneul.
“Cheomaneyo.. Ah, ceritain si stalker itu..” suruh Doojoon
“Hwekarang?”  tanya Haneul sambil mengelap bibirnya yang belepotan


“……………” Doojoon menjawab dengan mata sinisnya.

"Neee...arasseo~ Ehem.. *berubah jadi nada nightmare side* Cerita ini bermula pada bulan September, satu tahun yang lalu…malam itu…orangtuaku sedang pergi ke luar kota..aku dan kakakku sedang bersantai di ruang tamu, nonton film.. tiba-tiba saja…..”

>>>flashback


“TING TONG”

“HUAAA!!!” teriak Jungmin heboh sampe loncat ke belakang sofa.
“Apa??” tanya Haneul ikutan kaget dan loncat ke belakang sofa juga.
“A…Ada… “
“Ada apaa??” Haneul mulai parno.

“Ada….Ada yang mencet bel…. HAHAHA!!”  jawab Jungmin jahil sambil memencet hidung Haneul.

“haah… kirain apaan, buka jug” suruh Haneul sambil kembali duduk di sofa.
“Shireoo~, kamu aja yang buka” kata Jungmin yang ga mau beranjak dari depan TV.
“Ga mau” tolak Haneul.
“Oppa juga ga mau. Udah mau mulai nih Cinta Fitrahnyaa”
“Ga mau tau, pokonya ga mau”
“Oppa juga ga mau. ga mau. ga mau”

“TING TONG TING TONG” bunyi bel terdengar lagi

“Bentaar!” teriak Haneul
“Tuhkan kamu yang bilang bentar, berarti kamu yang buka” ujar Jungmin licik.
“Iiiiiih….”
“Ga akan dikasih makan loh”


“Ya udah aku yang buka” kata Haneul sambil beranjak ke pintu depan dengan lesu lemah lunglai.


“Ceklek”  pintu pun dibuka.

“……………..” Ga ada siapa-siapa. Cuma ada kotak berpita biru muda di atas keset.

“Hellooo??” sapa Haneul sambil celingak celinguk keluar rumah. *joget hello juga*
“………” ga ada yang jawab.

[FF] Panettone - 1st Plate

Welcome~! :D

di fanfict kedua ini *yang pertama ada di FB*  author tetep : Jeong Haneul~

karena bias aku ada dimana2, dan bias temen-temen aku juga ada dimana2,, jangan heran ato protes kalo tiba-tiba muncul berbagai orang dari berbagai boyband ;)

And 'bout it's title : Panettone. Panettone itu kue, cemilan orang italia sana, cemilan manis tapi ada kismisnya jadi ada asem2nya juga~ jadi maksudnya bikin judul kaya gini cuma biar kalo ada pembaca dari italia moga2 berbaik hati ngasih kue panettone karena gw belum pernah nyoba XD  pengen bikin cerita yang kaya kue ini aja. hehe

yasudahlah. jangan banyak bacot. cepet scroll down mouse kalian..! *maksa*

ENJOY READING~! ^^


The sky above the meadow
il cielo sopra il prato

1st Plate : ~E 'Inizia in Inverno ~
(It’s Begin in Winter)


“Hari ini masak apa ya?” pikir seorang laki-laki di depan rak sayur sebuah supermarket. Saat sedang memilih tomat,  tiba-tiba pandangannya tertuju pada perempuan berambut ikal panjang yang sedang bergandengan tangan dengan seorang laki-laki,tak jauh dari tempatnya berdiri.

“Perempuan itu mirip Yongra… Tapi ga mungkin dia jalan-jalan…dia kan lagi sakit…” batin laki-laki bernama Doojoon itu.

Matanya terus memperhatikan perempuan yang mirip yeojachingunya. Makin lama sosoknya semakin dekat.


Semakin dekat sampai tepat di depannya, langkah perempuan itu mendadak terhenti. Matanya terbuka lebar. Wajahnya nampak kebingungan.

Wajah Doojoon berubah bingung juga.

“Sembuhnya cepet banget.” Ujar Doojoon sinis.

“Yoon Doojoon…? Ah…i..itu…” tanya perempuan itu pelan.

Doojoon terus menatap sinis perempuan yang ternyata yeojachingunya.


“Kenalanmu, jagiya??” tanya laki-laki yang digandengnya.

“…….” Perempuan itu hanya terdiam menunduk.

“Jagiya, kenalanmu bukan…?” tanya laki-laki itu lagi.
“…I..iya, teman sesekolah…..” jawab Yongra terbata-bata.
“Oh… Aku kira siapa.. Choneun Yong Junhyung imnida.. Namjachingunya Yongra..” ujarnya sambil mengulurkan tangan.


Doojoon menarik nafas panjang sambil memikirkan serangkaian kata yang berserakan di otaknya.

Perasaan marah dan kecewa membuat hatinya perih. Tomat merah di tangan kanannya menangis karena tidak kuat menahan tekanan yang diberi Doojoon padanya *baca : bucat*

Doojoon menatap wajah Yongra yang gelisah.

Sementara ia juga gelisah, tomat ini gimana? Dibayar ga ya??? Tapi ga ada plang “membucatkan berarti membeli”

“Ne.. Arasseo.. Annyeong, Yongra..” ucapnya sinis tanpa menyambut tangan Junhyung dan beranjak pergi dari situ. 

“Doojoon! Tunggu!” pinta Yongra sambil merarik tangan Doojoon.
“Apa lagi?” tanyanya datar.

"Aku.....HISSSS"
"Apa?"

“NGUEEEEOOOOK!!! NGEEEOOOOOKK!!! RRRRRRR!!!!!” Yongra mulai menggeram seperti kucing yang bertemu musuhnya.

Hapah?? Apa-apaan? Ni FF mulai ga beres, ngapain si Yongra ngeong-ngeong di suasana sedramatis *???* ini?


Doojoon berbalik untuk melihat Yongra, tapi yang dilihatnya sekarang adalah tembok kamarnya.

“Cih…mimpi….
Padahal udah satu tahun yang lalu… ya...besoknya aku malah diputusin…” batinnya mengingat peristiwa itu.

“Tiga tahun yang lalu juga aku diputusin Jeong Haneul….ah, kenapa peruntunganku tentang cewe selalu ga bagus??” lamunnya sambil menghela nafas panjang


“RRRR….RRREEEEEOOOWWW!!!” rupanya suara kucing-kucing di mimpi tadi berasal dari luar apartemen.

Memaksanya membuka mata di hari Minggu yang dingin ini.

“Jam 7 pagi.” Batinnya lagi sambil melihat jam digital berbingkai hitam yang berdiri di meja kecil samping tempat tidurnya.


“Cih. Padahal hari ini niatnya mau bangun siang…” ujarnya sambil membuka selimut dan duduk di pinggir tempat tidur sambil mengumpulkan nyawanya yang masih berceceran.

Sudah 2 bulan Doojoon menetap sendirian di apartemen berukuran sedang ini karena ada beberapa masalah di rumahnya.

Kamarnya biasa saja, temboknya berwarna putih, barang-barangnya didominasi oleh warna hitam dan putih.

Dari pintu masuk bisa langsung terlihat dapur di pojok kiri belakang,
pintu kaca menuju balkon tepat diseberang pintu masuk,
tempat tidur di ujung kanan ruangan,
pintu wc di sebelah kanan depan.

Di tengah-tengah ruangan ada meja makan pendek berwarna hitam.
Di belakangnya ada sofa hitam yang menghadap ke TV.

Lemari baju, rak buku, dan meja belajar menempel di dinding dekat wc.

“Haaah… tinggal sendirian itu enak juga….” Batinnya lagi sambil menghela nafas

“NGEEOOOK!!!” suara kucing itu membuyarkan lamunannya.

Doojoon pun langsung berjalan ke arah wc dan mengambil segayung air dengan penuh emosi.

“RRREEEOOOWW!! NGEEEOOOOK!!! HEEEEESSSSHHHH!!!” suara kucing itu makin terdengar keras.

Sepertinya naik ke balkon kamar kosong di sebelah kiri.


Doojoon mempercepat langkahnya dan segera membuka tirai putih yang menutupi pintu kaca menuju balkon.
Dengan cepat ia membuka pintu yang ternyata lupa dikunci dan langsung mengguyur balkon kamar sebelah.

“BERISIK!!!” teriaknya.


“UGYAAAA!!!! DINGIIIN!!!”  teriak si kucing
“Sukurin kedinginan! Suruh siapa berantem pagi-pagi gini!” gerutunya sambil berbalik dan membuka pintu kaca.

“……………”


Bentar….kucing bilang dingin??

Bentar….ini kan lantai 3…gimana caranya kucing naik kesini?


“Hacchiiiieh!!”

Bentar…. Bersinnya juga kaya orang..

Perlahan Doojoon menoleh ke arah balkon sebelah.


“WHOAA!!”


Terlihat seorang cewek berambut hitam yang lumayan panjang, memakai sweater hijau tosca gombrang, basah kuyup dan menggigil. Jelas aja menggigil, ini lagi pertengahan musim dingin dan dia dibanjur air dingin. -____-;

“Hantu kah?? Tapi aku ga ngebuka mata batin aku hari ini…” pikir Doojoon yang memang punya sixth sense.
“Hacciiieh!!” cewe itu bersin lagi.

“Itu orang!!” pikirnya.


“Aahh!! Jwisonghamnida!!!” teriak Doojoon panik.
“….aniyo...gwae..gwaenchan...naaa.. HACHIIIH!! Salah a…ku jug..HACHI!! yang…niruin..su..aaa..ra ku..cing..bee…rantem… mianhe u..udah bikin rrr..ribut…” ujar cewe itu sambil menggigil dan masuk ke dalam kamarnya.

“BLAM” pintu tertutup.


Syuu~~ *efek angin musim dingin ngegeber*

*ada keresek ngelayang*

“OMO….gimana ini?!!” batinnya.