[FF] Panettone 2nd Plate

11.17 ameliamew 0 Comments

2nd Plate : più delle parole (More Than Words)

Sebelumnya di Panettone



Lift sampai di lantai 3.

“Iya deh, ke apartemen Doojoon aja nanti abis ganti baju~” ujar Haneul sambil melangkah keluar lift

 “Park Haneul….” Panggil seorang cowo berjaket hitam yang wajahnya terhalang oleh hoodie, tepat saat pintu lift tertutup.

Jantung Haneul berdegup kencang.
“Jangan-jangan si cowo aneh itu??!!” batin Haneul sambil merogoh sesuatu dari dalam tasnya.

APAKAH ITU???

Bentuknya silinder,
Berwarna hijau,

Semprotan kaleng?

Cowo itu mendekat ke arah Haneul dan mencoba mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya. Wajah Haneul semakin pucat, keringat dingin mengalir dari dahinya.

Ingatan buruk tentang kejadian yang paling mengerikan dalam hidupnya mulai berputar di otaknya.


Haneul yang mulai ketakutan langsung mengambil ancang-ancang untuk menyerang.

“Haaaaneul…..” panggil cowo itu lagi sambil terus mendekati Haneul perlahan.


“UGYAAAA!!!! JANGAN DEKET-DEKEEET!!!! PERGI KAMU PERGIII!!!!” teriak Haneul sambil memencet tombol semprotan kaleng ke arah cowo itu

“SWOOOOSSHH!!”

“UHUK!! APA-APAAN INI?!!” teriak si cowo sambil menghindari semprotan Haneul
“PERGI KAMUUU!!!” teriak Haneul

“SWOOOOSH!!!!” Haneul terus menyemprot ke arah cowo itu


“APAAN SIH HANEUL??! INI AKU HEY!!” teriak si cowo sambil membuka hoodienya


“Hah?” Haneul berhenti menyemprot


“KLONTANG…” kaleng terjatuh

“GULUTUK…” kaleng menggelinding

“TUNG!” kaleng menubruk tembok

“WUUUUSH!” angin berhembus

“Krskskskskrsk” keresek melayang


“da mi da mi da mi da tinamida tinamida~" saron 1 dan 2 memainkan melodi catrik. *hidup degung!!*


HEUP!

"DEOO!!"

“DOOJOON???” tanya Haneul kaget
“Iya lah! Emangnya siapa lagi??! Umph.. badan aku jadi bau gini.. apaan sih? Obat nyamuk ya!!??” gerutunya
“ Iya… Maaaaaf!!! Aku kira orang aneh…” pinta Haneul panik

“Mwooo…? Yaudahlah, kamu ke kamar aku sekarang!” bentak Doojoon sambil melangkah ke arah kamarnya
“Hah?? Mau apaa??” tanya Haneul heran sambil menyilangkan tangan menutupi badannya.

“YAAAH! jangan mikir yang aneh-aneh.. Cepetan jalan” ujar Doojoon sinis.
“Tapi…”

“Cepetan! Mau makan ga?!” bentaknya lagi.
“Nee!! Mau mau!!” Haneul langsung mengikutinya.


“Cuciin alat dapur yang kotor, aku mau mandi dulu. Jangan makan duluan” suruh Doojoon sambil membuka pintu kamarnya.
“Sir yes sir!!” Haneul membuka jaket tebalnya dan langsung berjalan ke arah dapur.Ia mulai mencuci wajan yang lumayan kotor sementara Doojoon mengambil baju untuk ganti di lemari dekat kasur.


“Ah, Haneul. Di rak bumbu ada kentang yang gede, tolong kupasin 2 biji terus rendam di air kaldu, mau aku bikin jadi kentang goreng” suruh Doojoon sebelum masuk ke kamar mandi.
“Sir yes sir~~” jawab Haneul sambil hormat ala tentara dengan tangan berbusa.


**********

15 menit kemudian.

“Haah, selesai juga~” ujar Haneul sambil membilas pisau bekas mengupas kentang.

*liat jam*

“Doojoon.. lama banget.. kapan makannyaaa??” teriak Haneul
“Kamu kira gara-gara siapa bau obat nyamuk ini ga bisa ilang sekali guyur hah?!” teriak Doojoon dari dalam wc.
“Ugyaaa…. Mian….  Aku kira kamu stalker yang sering ngeganggu aku.. T^T” ucap Haneul.
“He? Stalker?? Kamu? Punya stalker? HAHAHAHA” tanya Doojoon tak percaya sambil membuka pintu wc dan mengeringkan rambutnya dengan handuk. *omaigad* *nosebleed*

“Ah, nanti aja ceritanya abis makan.. okeee???” kata Haneul sambil menatap meja makan yang penuh dengan masakan yang pastinya enak-enak.
“Oke… ayo makan” ucap Doojoon sambil menaruh handuk di kursi dan duduk di depan Haneul.

“Asiiik!! Bon Voyage!!” ucap Haneul semangat.
“……..”
“Bon Appetit maksudnya?!” tanya Doojoon.

“Aaa…apapun lah!! Bon Jovi juga boleh! XD Makan apa dulu yaa??” tanya Haneul sambil menatap salad, rissoto, ayam bakar, timbel, ikan asin, sambel terasi, pete goreng, *???*
“Hmph…” Doojoon menahan tawanya.
“Kenapa???” tanya Haneul heran.
“Ngga..ngga apa-apa..ayo cepet makan"
 "Nee :)"



…………..15 menit kemudian…………


Piring-piring kosong melompong.


“Huaaah.. kenyangnyaaa~~ Gomawooo~ enak bangeeet” ujar Haneul.
“Cheomaneyo.. Ah, ceritain si stalker itu..” suruh Doojoon
“Hwekarang?”  tanya Haneul sambil mengelap bibirnya yang belepotan


“……………” Doojoon menjawab dengan mata sinisnya.

"Neee...arasseo~ Ehem.. *berubah jadi nada nightmare side* Cerita ini bermula pada bulan September, satu tahun yang lalu…malam itu…orangtuaku sedang pergi ke luar kota..aku dan kakakku sedang bersantai di ruang tamu, nonton film.. tiba-tiba saja…..”

>>>flashback


“TING TONG”

“HUAAA!!!” teriak Jungmin heboh sampe loncat ke belakang sofa.
“Apa??” tanya Haneul ikutan kaget dan loncat ke belakang sofa juga.
“A…Ada… “
“Ada apaa??” Haneul mulai parno.

“Ada….Ada yang mencet bel…. HAHAHA!!”  jawab Jungmin jahil sambil memencet hidung Haneul.

“haah… kirain apaan, buka jug” suruh Haneul sambil kembali duduk di sofa.
“Shireoo~, kamu aja yang buka” kata Jungmin yang ga mau beranjak dari depan TV.
“Ga mau” tolak Haneul.
“Oppa juga ga mau. Udah mau mulai nih Cinta Fitrahnyaa”
“Ga mau tau, pokonya ga mau”
“Oppa juga ga mau. ga mau. ga mau”

“TING TONG TING TONG” bunyi bel terdengar lagi

“Bentaar!” teriak Haneul
“Tuhkan kamu yang bilang bentar, berarti kamu yang buka” ujar Jungmin licik.
“Iiiiiih….”
“Ga akan dikasih makan loh”


“Ya udah aku yang buka” kata Haneul sambil beranjak ke pintu depan dengan lesu lemah lunglai.


“Ceklek”  pintu pun dibuka.

“……………..” Ga ada siapa-siapa. Cuma ada kotak berpita biru muda di atas keset.

“Hellooo??” sapa Haneul sambil celingak celinguk keluar rumah. *joget hello juga*
“………” ga ada yang jawab.

“ah, ya udah lah bawa ke dalem aja kotaknya” ujarnya sambil mengambil kotak ringan itu dan menutup pintu rumah.

“Siapa, Neul??” tanya Jungmin.
“Ga tau, ga ada siapa-siapa, cuma ada kotak ini” jawab Haneul sambil menyerahkan kotak putih itu.
“Mmm? Aneh. Ada tulisan buat Park Haneul tapi ga ada nama pengirimnya..” kata Jungmin
"Molla~" ucap Haneul.
“Masa sih secret Admirer?? HAHAHA” tanya Jungmin sambil tertawa jahat.

“Mungkin aja kaaan?” kata Haneul.
“Buka nih.. siapa tau isinya surat cintah~” suruh Jungmin.
“Iiih.. masih jaman yaa??” celoteh Haneul sambil membuka pita biru yang menahan kotak itu.

“Apa ya isinya?” tanya Haneul dalam hati

“…………” kotak dibuka pelan-pelaaan~

“…….”

"Ceklek....."


“….NGGUUUUUEEEEEENG…..” sesuatu berwarna coklat terbang keluar dari kotak itu dan neplok di tembok.


“ANDWAAAAEEEE!!!!! OPPAAAAA!!! KECOA!!!!” Haneul buru-buru melemparkan kotaknya dan berlari ke arah kamar secara mengkucing buta *???* lalu menutup pintu kamar rapat-rapat.

“HANEEEEEUULLL!!! BUKAAA!!! OPPA JUGA GA BERANI!!!” teriak Jungmin dari luar sambil menggedor pintu.
“IH! GIMANA SIH??!! CEPET MASUK!!” suruh Haneul sambil membuka pintu lalu menutupnya lagi dengan secepat kilat.

“Hah…hah… ITU SIAPA SIH YANG NGIRIM?!!” gerutu Jungmin setengah teriak dengan nafas yang belum teratur.
“MENEKETEHE!! Jadi nasib kita gimana nih sekaraaang??!!” tanya Haneul yang masih panik
“……..HAPE MANA HAPE???” tanya Jungmin lebih panik.
“DI KASUR!!” jawab Haneul.
“AMBIL! Kita telepon satpam!!” suruh Jungmin.
"ARA!"

>>>>kembali ke kamar Doojoon

“Terus.... kalian beneran nelepon satpam cuma gara-gara kecoa?!” ejek Doojoon.
“Ya mau gimana lagi? Daripada ga bisa keluar…” jawab Haneul sambil manyun-manyun.

“Ahahaha.. terus gimana?” tanya Doojoon lagi.
“Ya gitu deh, akhirnya kita berhasil diselamatin sama satpam… terus kita selidiki barang buktinya, si kotak itu” Doojoon diam aja.

“Di dalemnya ada tulisan : ‘Park Haneul, terimalah salah satu anugerah terindah ciptaan Tuhan ini..’ APAAN COBA KECOA DIBILANG TERINDAH???” Haneul mulai merinding
“Terus orang itu ngirim bungkusan lagi?” tanya Doojoon

“Bukan cuma bungkusan yang isinya kupu-kupu, jangkrik, belalang… Dia dateng nemuin aku sepulang sekolah…Dia….” mata Haneul mulai kosong, badannya gemetar, suaranya mengecil

"Dia dia dia” afgan tiba-tiba nongol dari dalem tipi
Dibanting pake remot. Masuk lagi.

“Dia…. Make nomer temen aku trus nyuruh aku nunggu di kelas…”

>>FLASHBACK

“Yeonhee mana sih? Lama banget… udah jam lima nih, sepi…” gerutu Haneul sambil menatap jam tangan putihnya.
“Tap tap tap” terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.

“Yeonhee.. lama banget… Eh?” ujar Haneul aneh sambil membalikkan badan ke arah pintu. Yang dilihatnya adalah seorang laki-laki yang lumayan tinggi, bukan Yeonhee.
“Haneul, ya?” tanya laki-laki itu.

“Iya, kamu siapa ya?” tanya Haneul.
“A..aku… kamu ga perlu tau….” Ujar laki-laki itu sambil terus mendekati Haneul dan mencoba merogoh sesuatu dari saku jaket hitamnya.

“Ma…mau apa nih? Aku ga punya apa-apa…” tanya Haneul panik sambil mundur-mundur ala partnya chansung di 'i'll be back'.
“Aku ga mau apa-apa dari kamu, cuma..cuma pengen kamu liat ini…” laki-laki itu mulai mengeluarkan tangannya dari balik saku.

“Apa?” Haneul nanya lagi.

“Ini… SALAH SATU MAKHLUK TERINDAH CIPTAAN TUHAN…” katanya sambil memamerkan sesuatu yang lumayan besar,
berwarna abu-abu,
Berbulu,
Bermata banyak,
Kakinya ada 8,
Gerak-gerak,

“ANDWAEEEEE! TARANTULAAAA!!!!”   teriak Haneul sekencang-kencangnya lalu loncat dari jendela. *untungnya lantai 1*


>>>back to Doojoon’s room


“Besoknya aku tau kalo dia maniak serangga, anak kelas sebelah. Gara-gara dia sering ngebuntutin aku terus akhirnya Jungmin-oppa dibeliin mobil terus nganter jemput aku tiap hari…. Setelah lulus juga aku masih sering diteror, gara-gara beda kampus, dia ngirim serangga-serangga itu ke rumah. Ga pake kardus… dilepasin gitu aja….” Haneul memegangi tangannya yang mulai berkeringat

“Dilepasin gitu aja…..”
“Dilepasin gitu aja…..”
“Dilepasin gitu aja…..”
“Dilepasin gitu aja…..”
“Dilepasin gitu aja…..”

“Dilepasin gitu aja………..” kata-kata itu terus diulangnya.


“Wahh...Udah..udah.. jangan diinget-inget lagi.. Mau kentang goreng?” tanya Doojoon sambil menepuk kepala Haneul. 
“Hah…?” Haneul baru tersadar dari kenangan buruknya. Doojoon menghela nafas.
“Mau kentang goreng?” tanyanya lagi sambil tersenyum.

Senyumnya .... hrrr~ :3

“Ma…mau…. Sama sosis juga….” Ujarnya pelan.

“BLETAK~” Doojoon memukul kepala Haneul.

“Ugyaaa! Kenapaa?? Kentang kan enaknya sama sosis…” tanya Haneul sambil memegangi kepalanya.
“Sosisnya abis..” kata Doojoon sambil beranjak ke arah dapur.


“Aaah....”


“Haneul… Kenapa pake kentang yang kecil?” tanya Doojoon
“Hah? Aku pake kentang yang paling gede ko…” jawab Haneul polos sambil nyocol-nyocol sambel terasi pake kerupuk *???*

Aneh…


Doojoon sedikit membungkuk ke arah tempat sampah.

“………”


“Haneul! Ini apa?!!!” teriaknya sambil mengacungkan satu potongan kulit kentang yang masih berdaging tebal. Oh, mm, bingung, kentang berkulit tepatnya.
“Mmmm..kulit ken…tang?” jawab Haneul sambil menempel-nempelkan kedua telunjuk tangannya.. pandangan matanya menhindari Doojoon.

“Kamu ini yaaa….!!!!” Teriak Doojoon sambil berjalan cepat ke arah Haneul dan menarik tangannya lalu diseret ke dapur.
“Waaa!! AMPUN!!! DX” teriak Haneul pasrah.

Doojoon melepaskan pegangannya sesampainya di dapur.
“Liat sini! Ngupas kentang tuh kaya gini…!” suruh Doojoon sambil mulai mengupas kulit kentang yang lumayan besar dengan sangat cepat, tipis dan ga terputus~! Bener-bener kaya chef professional.
“Waaa….” Haneul cuma bisa mangap
“Nih, kupas lagi yang bener” ujar Doojoon sambil menyerahkan kentang yang lumayan kecil. Haneul mulai mengupas dengan hati-hati.

“Bukan gitu…. Sini, pegangnya yang santai… pelan-pelan aja ngupasnya” kata Doojoon sambil memegangi tangan kanan Haneul dari belakang. Sangat dekat sampai nafasnya terasa berhembus di telinga Haneul.

Wajah Haneul makin memerah.

“Hmph.. kamu ini ya… cewe tapi ga bisa ngupas kulit kentang…” gerutu Doojoon sambil terus membantu Haneul mengupas kentang.
“Uuww… mianhe… tapi skill masak kamu hebat banget…” puji Haneul dengan jantung yang berdetak cepat.
“Ah, ini belum seberapa.. tapi berkat ini aku bisa langsung diterima magang di restoran universitas” ujarnya sambil tersenyum dan menatap Haneul.Wajahnya sangat dekat.

“MAGANG?? Semester satu???” tanya Haneul ga percaya

“Nee… Berkat kamu juga” lanjutnya

“Ng?? Mwo? Aku?” Haneul menunjuk dirinya dengan penuh kebingungan. Doojoon hanya menjawabnya dengan senyuman yang membuat wajah Haneul lebih lebih dan lebih memerah.


************


Haneul’s POV


Nan jeongmal mystery mystery~ mystery mystery

“Ugh… alarm udah bunyi lagi…” keluhku dalam hati

Aku membuka mataku perlahan untuk mematikan alarm HP yang masih berbunyi.

Hah? Kayanya ada yang aneh.

“Perasaan kamar aku warnanya biru deh, ko sekarang jadi putih?? Jangan-jangan aku buta warna?!!!” batinku.

“Sreng~ sreng~” dari arah dapur terdengar suara orang yang sedang memasak. Wangi tumisan bawang samar-samar mulai tercium.

Perasaan aku tinggal sendirian, jangan-jangan ada hantu lagi masak di dapur?!!

Aku perlahan turun dari tempat tidur untuk melihat apa yang terjadi.

Di dapur kulihat seorang laki-laki berbaju biru tua sedang asik memasak nasi goreng.


“HAH?! Doojoon?! Kenapa ada disini??” teriakku
“Hey. . Ini kamar siapa ya?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaanku. Aku melihat ke sekitar dan sadar kalau ini kamarnya.
“Kenapa aku bisa tidur di kasur kamu?” tanyaku
“Kamu ga inget kita kemarin abis ngapain…??” tanya Doojoon dengan nada serius.

“HAH? Kita ngapain??!!” tanyaku panik sambil mengecek keadaan bajuku.

HAH!!!


ASTAGA!! BAJU!!!

BAJU AKU!!

INI BAJU YANG KEMARIN!! *iyalah*


“Aku ga ngapa-ngapain. Kemarin kamu ketiduran..” ujar Doojoon sambil meregangkan tangannya.
“Hooh.. Tangan kamu kenapa??” tanya Haneul.
“Ha? Gwaenchana… mungkin pegel aja kemarin abis gotong panda…” ujarnya lagi.
“Panda?? Dimana??” Haneul memandang ke seisi ruangan.
“Tuh lagi berdiri di depan aku…” jawabnya singkat.

“Mwo?” di depan Doojoon kan ga ada siapa-siapa selain…. Aku??

“Aku??” tanyaku dengan nada heran.
“Haha.. Bercanda ko… Sarapan dulu yu..” ajaknya

“Ok.. EH! Sekarang jam berapa?!” tanyaku panik
“Jam 6.50.  Kuliah jam berapa?” tanya Doojoon santai sambil menaruh dua piring nasi goreng di meja makan.
“JAM TUJUH!!! Waaa!! Gimana ini gimanaaaa???”
“Hah?! Cepet mandi sana!!” suruh Doojoon
“Oh! Oke!!” aku langsung beranjak ke kamar mandi terdekat.

“PLOK” Doojoon memegang bahuku

“Mau kemana?” tanyanya
“Ke kamar mandi,,” jawabku
“Mandinya di kamar sendiri..!” usirnya

”Neee!!!”

“Eh, Haneul.. Nanti kesini lagi, biar aku yang anter ke kampus” suruhnya.

“Iya iya” anggukku

Aku buru-buru mengambil tas, mengeluarkan kunci kamar dan membuka pintu secepatnya.

“BLAM” Kututup pintu dengan kencang dan berlari ke arah lemari baju.

********

Doojoon’s POV

“BLAM” terdengar suara pintu yang ditutup dari kamar Haneul

“Haah.. anak itu hidupnya riweuh banget…” pikirku sambil memasukkan sepiring nasi goreng ke dalam misting, buat Haneul.
Entah kenapa aku merasa nyaman dengannya, padahal baru dua hari kenal.


Aku menutup misting berwarna biru itu dan memasukkannya kedalam kantong kecil.

“PLOK” sesuatu terjatuh dari kantong kain berwarna putih itu

Sesuatu yang kecil, berbentuk persegi panjang.

“TING TONG TING TONG. DOOJOOOON”

Baru saja aku mau mengambil benda tersebut, Haneul sudah memanggil dari arah luar.

“Sebentar, aku ambil kunci mobilnya dulu” teriakku sambil memakai jaket hitam dan mengambil kunci mobil di atas kulkas.


“Hayuuu~~” Haneul langsung menarik tanganku dengan tangannya yang dibungkus sarung tangan berwarna biru muda.
“Neee… Ka ja!”


@Doojoon's Car

“HWAA!!! Jangan ngebut-ngebut banget!!” protes Haneul sambil memegangi seatbeltnya erat-erat. Ternyata speedometer sudah menunjukkan angka 80 km/jam
“Ah, maaf.. jalannya sepi sih…” ujarku sambil menurunkan kecepatan menjadi 60 km/jam
“Nee… ah, kamu kuliah jam berapa?” tanyanya
“Hari ini aku ga kuliah, ada briefing magang di restoran universitas jam 8” jelasku
“Jinjja?? Hari ini udah magang? Kereeen…” ujarnya
“Iya, hari ini udah mulai magang dari jam 12 sampai jam 7 malem”

“Oooh… ga bisa minta makan malem dong? Hahaha XD” ujarnya
“Belajar masak sana.. biar bisa ngupas kentang..”
“Bisa ko….” Ujarnya

Nan Jeongmal mystery~ mystery~

Handphone Haneul berdering dari dalam tasnya.

“…….” Haneul terlihat serius membaca sms itu.
“Namjachingu ya?” tanyaku tiba-tiba.
“Aniyo.. Dari Jungmin oppa.. aku ga punya namjachingu..haha” jawabnya.
“Ooh..” gumamku.Entah kenapa perasaanku lega mendengarnya.

“Yeojachingu kamu??” tanya Haneul
“Ga ada..” jawabku singkat. Haneul hanya menganggukkan kepalanya.

“Eh, belok sini..” tunjuknya ke arah gerbang kampus.
“Ne.. Gedungnya jauh?” tanyaku
“Lumayan, kalo dari gerbang yang satu lagi sih tinggal lurus, tapi mobil ga bisa lewat sana” jelasnya.

“Ah, dari sini belok kemana ya…? Kanan..?” tanyanya. Aku menghentikan mobil di persimpangan jalan
“Molla.. ini kampus siapa coba??! Kemana nih??” tanyaku lagi
“Mmmm… mmm… kanan!” katanya
“Yakin?” tanyaku memastikan
“Yakin.. itu ada plangnya :D” tunjuknya. Mobil pun melaju lagi.

“Ah, aku turun disini aja.. jalannya di portal. Deket ko” ujarnya. Aku menghentikan laju mobil tidak jauh dari persimpangan yang tadi.
“Oh, ya udah. Ini, nasi goreng buat sarapan” ujarku sambil menyerahkan kantong putih yang kusimpan di jok belakang.
“Buatku..??” tanyanya dengan mata berbinar.
“Iya…”
“Ugyaaa~~~ Doojoon-aaaah~ gomawoyoooo!! Kamu baik bangeeeet!!” ucapnya.
“Cheomanaeyo… Cepet jalan, udah jam 7 lebih 30!” suruhku.
“Aiiish…! Makasih ya udah nganterin~~” ucapnya sambil membuka pintu mobil.
“Nee.. belajar yang bener..” ujarku. Haneul hanya mengangguk dan tersenyum sambil menutup pintu mobil.

Dia langsung berlari setelah melambaikan tangannya padaku.

“Ah.. sekarang ngapain dulu ya? Jam 8 masih 30 menit lagi…” batinku sambil melihat ke arah jam yang ada di dashboard.

“Ke apartemennya Dongwoon aja deh” ujarku sambil menginjak pedal rem.

END POV


*******


@Ruangan 3.20

“Ini udah masuk semua? Ada lagi ga yang terlambat?” tanya seorang dosen.
“Ga tau bu…” jawab seorang laki-laki di dalam kelas.

“Nanti ya, kalau sudah jam setengah 8, pintunya kunci aja” ujarnya

“Tok tok tok” Haneul mengetuk pintu dari luar. Nafasnya masih ngos-ngosan karena berlari sampai lantai 3. Di musim dingin seperti ini tetap saja membuatnya berkeringat.

“Ceklek..” Perlahan ia membuka pintu. Di dalam sudah ada dosen yang menatapnya.

“Maaf, Bu. Saya telat..” ucapnya dengan nafas yang tersengal.
“Anda punya kuncinya?” tanya dosen berbaju pink.
“Hah? Kunci apah?” tanya Haneul heran. Teman-temannya menatapnya dengan wajah setengah menahan tawa.
“Kunci pintu ini. Anda punya?” tanyanya lagi.
“Ngga, Bu. . saya kan bukan cleaning service disini...” jawab Haneul polos.

“……” si dosen hanya tersenyum.

“Boleh masuk, bu?” tanya Haneul lagi.
“Boleh..”
“Kamsahamnida…” ucap Haneul sambil menutup pintu dan berjalan mencari bangku yang masih kosong.

Dosen pun melanjutkan slide show nya.


*****

@foodcourt

“Haaduuh.. ga ngerti banget deh tadi si ibu ngejelasin apa..” keluh Haneul pada Haerim.
“Sama, Neul. Aku juga ngga ngerti statistika…” ujarnya sambil meminum jus strawberry.
“Eh, kalian belajar statistika?” tanya Lee Biyan, anak akutansi teman se SMAnya Haerim yang duduk di depanku.
“Iya… Baru penjelasannya aja udah bingung” ujar Haneul lagi.
“Oh, sabar ya… hahaha XD Eh, Haerim..tadi aku liat mobilnya Doojoon loh di deket gedung barat” kata Biyan.
“Doojoon? Yoon Doojoon anak SMA 8puluh??” tanya Haerim.
“Iya… Emang dia kuliah disini ya? Bukannya di Nanyeong??” celoteh Biyan.

“Bentar.. kalian ngomongin Yoon Doojoon yang pake mobil Splash biru bukan?” tanya Haneul menyela.

“Iya, kamu kenal??” tanya Haerim dan Biyan dengan nada dasar yang berbeda.
“Dia seapartemen sama aku, tadi aku dianterin dia sampe sini..” jelasnya.
“Cieeee~~” Haerim menyikut Haneul.
“Ih, tadi aku udah telat…” elak Haneul dengan muka yang memerah.
“Mmmmh” gumam mereka berbarengan.

“Eh, orangnya gimana waktu SMA??” tanya Haneul lagi.
“Hmm.. ya gitu aja sih.. Orangnya pendiem, denger-denger dari mantannya sih dia jago masak” ujar Biyan.
“Mantannya? Mantannya kaya gimana??” tanya Haneul penasaran.
“Kamu kenapa, Neul? Ngeceng yaaa??” goda Haerim lagi. Wajah Haneul makin memerah.
“Ngg…. Ngga juga sih.. haha, udah, ceritain aja” paksa Haneul.

“Mantannya yang pertama sekelas sama aku.. baik, cantik, lucu, imut, ga pernah bohong, rajin menabung, makannya sedikit, anggun banget  biasa aja orangnya, namanya sama kaya kamu” jelasnya.
‘Ooh, yang dia ceritain…’ pikir Haneul.

“Kalo yang kedua cantik, pinter masak juga….  tapi aku ga deket sama dia” jelas Biyan

Hmmm~

*******


“Aiish… Ga  nyangka magang di restoran lumayan cape juga..” keluh Doojoon sambil menaruh tasnya di sofa.
“Udah jam setengah 8 malem.. Haneul lagi apa ya?”

“ah.. kenapa malah mikirin Haneul…?” ujarnya lagi sambil berjalan ke arah kulkas. “Aish, cokenya abis…”

Doojoon pun mengambil dompetnya dan memutuskan untuk membeli coke di vending machine lantai dasar.

“Ceklek.. Blam” pintu kamar Doojoon dan Haneul terbuka dan tertutup secara bersamaan.

“Eh, udah pulang?” sapa Haneul yang memakai sweater putih, tangannya dimasukkan ke kantong sweater.
“Baru aja. Mau kemana?” tanya Doojoon
“Ke mini market..” jawabnya singkat sambil melangkah ke arah lift.
“Pintunya ga dikunci?” tanya Doojoon.
“Ng….. Udah…” jawab Haneul aneh. Doojoon mengecek pintu Haneul. Masih bisa dibuka.

“Belum nih, mana kuncinya?” tanya Doojoon lagi.
“Di…di saku..” jawab Haneul dengan wajah cemas.
“Siniin..” perintah Doojoon.
“Ngga… ngga usah dikunci juga ga apa-apa” Haneul menghindar.

‘Kayanya ada yang disembunyiin’ pikir Doojoon.

“Itu di sakunya ada yang kecil gerak-gerak..” ujarnya
“MANA??!!” seperti yang diharapkan, Haneul mengeluarkan kedua tangannya dari saku. Dan voilla~

Terlihatlah tangan Haneul yang tertempel berbagai jenis hansaplast.

“Tangan kamu kenapa??” tanya Doojoon cemas.
“………….” Haneul terdiam. Doojoon memegang kedua tangan Haneul dan memperhatikannya.
“Ini masih berdarah.. Kenapa ga pake hansaplast juga?“ tanya Doojoon
“Ha…hansaplastnya abis…” jawab Haneul
“Hah? Emang lagi ngapain sih??” tanya Doojoon heran.
“………..” Haneul tidak menjawab pertanyaannya. Doojoon pun langsung membuka pintu kamar Haneul dan memeriksanya.


‘Gundukan kuning apa itu di wastafel?’ pikir Doojoon sambil berjalan ke arah dapur.

“Kentang…….? Buat apa sebanyak ini??” tanya Doojoon
“Buat…makan….” Jawabnya pelan

‘Ah, jangan-jangan dia beneran belajar ngupas kentang sampai luka-luka gitu gara-gara ucapan aku kemarin..’ pikir Doojoon.

‘Kalo diliat-liat lagi sih kulit kentangnya udah ga tebel, beda banget sama kemarin..berarti dia beneran belajar ngupas kentang’ pikirnya lagi.


“Kalo ada apa-apa ngomong aja, nanti aku bisa ajarin… tapi sekarang udah lumayan ko ngupasnya..” ujar Doojoon sambil menepuk kepala Haneul.
“Jinjja….?”

“Nee… Sekarang kentangnya mau diapain?” tanya Doojoon. Haneul menggelengkan kepalanya.

“Dibikin kroket aja ya?” usul Doojoon. Haneul mengangguk senang.

“Tapi beli hansaplast dulu ya?” ujar Haneul sambil memperlihatkan luka di tangannya yang masih terbuka.dengan darah segar yang masih mengalir sederas air terjun.
Tiba-tiba keluarga Cullen yang dipimpin Edward muncul bawa-bawa sedotan,
Klan Quileutte yang dipimpin Jacob-ganteng-perutnya-8pack ga mau kalah bawa-bawa tulang snack guguk.

Mereka pun bertarung dengan suit.

Jacob menang, Edward menangi sampai airmatanya meluap dan terjadi tsunami yang meluluhlantahkan RT mereka.

Tamat
*???*

“Nee… ka ja..”

*******

1 minggu kemudian~

Di pagi hari menjelang siang, di sebuah pusat perbelanjaan di tengah kota. Haneul sedang sibuk mencari baju baru untuk kuliah karena bajunya udah abis… -____- *curhat*. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada seorang cewe berambut panjang, berbaju ungu, memakai tas yang sangat familiar.


“CHOI YEONHEE!!!”  teriak Haneul sebelum cewe itu berbelok.
“PARK HANEEEEUL?!!!” cewe bernama Yeonhee itu ikut berteriak.

Mereka berdua saling mendekat dengan slow motion dan bertubrukan perut layaknya lala dan po di teletubbies.

Berpelukaaaan~~~

“Huaaa!! Yeonhee bogoshippeooo!!” ucap Haneul
“Bogoshippeoyooo, meching!!! (meja-chingu)” ucap Yeonhee, teman se SMA Haneul yang selama 2 tahun menjadi teman sebangkunya.

Mereka melepaskan pelukannya.

“Sendirian?” tanya Haneul.
“Ne, lagi cari buku tentang teknologi pangan nih.. Kamu sendirian juga??” jawabnya.
“Yoi~ aku lagi cari baju, tapi ga ada yang murah TT^TT. Aku anter kamu cari buku aja deh, sekalian ngobrol-ngobrol~” ujar Haneul
“Oke, ka ja!!”


…………………..


“Hwahahaha!! Parah sampe ada password ‘Yeonhee, dance dong~’ HUAHAHAAHA. Terus kamu joget?” tawa Haneul mengagetkan orang-orang di toko buku yang cenderung sepi itu.
“Iya lah, udah tanggung malu..” ujar Yeonhee.

Drrt…Drrt…

Haneul merasakan getaran-getaran cinta *??* dari dalam tasnya.

“Eh, bentar, kayanya ada telepon..” kata Haneul sambil merogoh tas abu-abunya dan mengeluarkan hempon.

Tulisan ‘Doojoon Calling’ tertera di layar hempon hitamnya.

“Yoboseo??” sapa Haneul.
“Yoboseo, Haneul-ah.. kamu dimana?” tanya Doojoon di seberang.
“Lagi di Cimolk sama Yeonhee..” jawab Haneul sambil garuk-garuk pipi.
“Udah jam 11 nih.. kamu lupa?”  tanya Doojoon lagi dengan nada serius.
“…….. AH makan siang! Iya! Sekarang aku kesana!!” jawab Haneul setengah teriak.
“Yaudah, hati-hati di jalan. Ah, Yeonhee ajak aja..” ucap Doojoon.
“Dibayarin juga ngga?” tanya Haneul penuh harap.
“Iya…cepetan kesini, nanti restonya keburu penuh”
“Nee… gomawoo~~” ucap Haneul lagi sambil memutus teleponnya.

“Kenapa, Neul?” Yeonhee berhenti membuka-buka buku tentang pangannya dan menatap Haneul.
“Hayu makan gratis!!” ajak Haneul penuh semangat. Yeonhee yang laper langsung sumringah dan langsung berlari ke kasir untuk membayar buku yang dipilihnya.

*******

@Namyeong University Restaurant

“Hwee… Kamu sama si Doojoon Doojoon itu baru kenal 1 minggu udah ditraktir makan di tempat kaya gini…?” ujar Yeonhee takjub. Haneul cuma tersenyum senang.

Restoran ini lumayan besar, harga-harga di menunya juga setengah langit~ *ga selangit2 amat* T^T. Sayangnya Haneul ga bisa milih yang paling mahal, soalnya Haneul disini ceritanya ditraktir masakan yang Doojoon bikin, pasta. Untungnya pastanya masih bisa milih.

“Yeonhee, kamu milih apaan tadi?” tanya Haneul setelah pelayan meninggalkan meja mereka
“Penne Filetto di Pomodoro” jawab Yeonhee
“Emang apaan artinya?” tanya Haneul lagi
“Gatau, aku cuma inget aja sama rumah makan yang deket SMA 800… siapa tau porsinya banyak kaya di Podomoro, huahahahahaha. Emang kamu pesen apa?” tanya Yeonhee lagi
“Mmm…apa ya tadi…? Oh, Tagliatelle with Tomato Sauce and Ricotta” ujar Haneul
“Yang kaya gimana?” tanya Yeonhee

“Ga tau aku juga.. sengaja pesen yang aneh aja.. ahhahaha” tawa Haneul
“Heuh, kirain tau, haha”

Mereka terus mengobrol, tak terasa pesanan pun tiba di meja mereka.

“Maaf ya lama nunggunya” ujar Doojoon yang masih mengenakan baju koko koki.
“Loh, ko kamu yang anter?” tanya Haneul
“Kalo udah jam 12 biasanya yang kerja koki-koki senior, nanti pas udah sepi aku masuk lagi” jelasnya
“Ooh, oia, kenalin, ini Yeonhee temen SMA aku, kita sebangku dua taun~ Yeonhee, ini Doojoon, tetangga aku” ujar Haneul

“Annyeong haseyo~” sapa Yeonhee
“Annyeong… Ah, silahkan dinikmati pesanannya” ujar Doojoon sambil tersenyum

“Nee.. gomawo~” ucap Haneul
“Ini kamu yang bikin???” tanya Yeonhee takjub, Penne Filetto di Podomoro yang dia pesen keliatannya enaaaak banget.

Penne (pasta berbentuk silinder panjang *kaya Jet-z* ) yang dihidangkan panas-panas dengan saus tomat yang kontras dengan piring putih dibawahnya sangat memancing nafsu makan. Apalagi dengan wangi bawang dan olive oil yang ikut keluar bersama uap panas dari saus tomat membuat naga perut memberontak.

“Kalo Penne bukan aku yang bikin, ini bagian temen aku..” jawaban Doojoon tidak mengurangi nafsu makan Yeonhee apalagi nambahin.
“Ooh.. enak!! XD” ujar Yeonhee yang lebih dulu memakan pastanya

“Yang ini bikinan kamu kan?” tanya Haneul sambil menunjuk piringnya.

“Mestinya sih bukan, tapi aku bela-belain biar bisa tukeran bikin Tagliatelle.. kalian pesennya yang aneh-aneh sih” jawaban Doojoon membuat Haneul sedikit senang.
“Uhehe…Gomawo~” ucap Haneul. “Aku makan yaa~”kata Haneul sambil mengangkat garpunya.

Tagliatelle with Tomato Sauce and Ricotta yang dipesan Haneul adalah pasta berbentuk panjang dan lebar, secara fisik mirip kwetiaw, tapi rasanya jauh berbeda. Tampilannya ga jauh dari Penne filetto di Pomodoro punya Yeonhee, tapi di atas saus tomat ada sesuatu berbentuk krim padat berwarna putih.

“Eh, yang putih ini apa?” Tunjuk Haneul sebelum memakan pasta yang sudah tergulung di garpunya.
“Ini? Ricotta, keju Italia yang dibikin dari sisa pembuatan keju lain terus dimasak ulang, makanya namanya Ricotta dari re-cook” jelas Doojoon.
“Oooh…” gumam Haneul dan Yeonhee

“Yaudah, aku tinggal dulu ya, nanti aku kesini lagi. Tangan pegel-pegel nih..” keluhnya
“Nee..gomawoo~!” ucap Haneul

*makan*

*abis*

*minum*


“Haneul, anter ke wc..” kata Yeonhee
“Hemm…besernya kambuh… “
“Iih,, hari ini kan baru sekali…”
“Sendiri aja, tar meja kita gada yang jaga…” ujar Haneul
“Aah…yaudah deh, titip tas ya!” Yeonhee pun buru-buru meninggalkan meja dan berjalan ke arah wc.


(FREE MEMORY) ß-apasih

“Aaaah~ leganya~~” ujar Yeonhee dalam hati. Ia pun segera keluar dari bilik wc.

“BUAKH!!!” pintu yang dibukanya mengenai seorang laki-laki putih tinggi berwajah afrika *???*

Mata mereka berdua saling bertatapan.
Waktu di wc itu terasa lebih lambat.
Suara flush wc terdengar lebih indah dari biasanya *???*.


Pikiran Yeonhee :“OMO! GANTENG!!!!!”

Pikiran cowo putih tinggi berwajah afrika :“OMO! INI KAN WC COWO!!!”

1 menit kemudian, mata mereka yang makin kering memaksa mereka mengedipkan mata dan tersadar ke alam dimana suara flush wc tidak lagi terdengar indah.


“Pe…permisi…” ujar Yeonhee sambil berjalan keluar wc dengan wajah tersipu-sipu.
Cowo berwajah afrika itu masih bengong, “Jangan-jangan dia Moaning Myrtle versi restoran ini?!!” <---kebanyakan nonton harpot.


*********************

“Haneeeeul~! Tadi aku ketemu cowo ganteng di WC~~~” ujar Yeonhee dengan background bunga-bunga yang dateng dari pasar bunga tegalega.
“Jinjja?? Kaya gimana orangnya?” tanya Haneul sambil mengelap mulutnya yang basah karena air putih.
“Tinggi~ Putih~ Mukanya afrika-afrika gitu~ AAAAH!!! XD” jelas Yeonhee

AH ITU!!!


To Be Continueeeeed~ :)

as usual~ comments are welcomed :D




0 comments: